4 Tahapan Menanam Hidroponik Melon Paling Mudah dan Praktis

Posted on

Melon menjadi salah satu buah yang sangat mudah dibudidayakan, hal ini dikarenakan melon mudah tumbuh dengan berbagai iklim. Salah satu teknik budidaya melon yang modern adalah dengan cara hidroponik. Hidroponik melon bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan, apalagi sekarang ini peminat buah-buahan semakin meningkat. Dengan budidaya melon secara hidroponik ini siapa saja bisa menanam melon tanpa harus mempunyai tanah yang luas. Hal ini dikarenakan untuk menanam melon dengan cara hidroponik tidak membutuhkan tanah.

Tahapan Cara Menanam Hidroponik Melon

Menanam buah melon secara hidroponik bisa dilakukan dengan cara yang mudah dan praktis. Jenis tanaman melon juga bisa ditanam didaerah dataran sedang ataupun dataran tinggi. Bagi Anda yang ingin menanam melon secara hidroponik harus menyiapkan ruangan khusus dengan intensitas cahaya matahari yang sedang. Hal ini dikarenakan tanaman hidroponik melon tidak akan tumbuh jika kekurangan matahari dan akan layu jika matahari terlalu panas. Tahapan dalam menanam melon secara hidroponik yaitu menyiapkan benih, menanam, merawat, dan memanen.

Penyiapan Benih Hidroponik Melon

Tahap pertama yang harus dilakukan untuk menanam melon secara hidroponik adalah menyiapkan benih melon yang akan ditanam secara hidroponik. Agar hasil melon bagus maka sangat disarankan untuk membuat benih melon sendiri dengan menggunakan biji melon yang berasal dari indukan yang berkualitas bagus. Salah satu ciri biji melon yang berkualitas adalah jika direndam dalam air akan tenggelam. Oleh karena itu, Anda perlu merendam biji melon terlebih dahulu sebelum ditanam.

Setelah memilih biji melon yang berkualitas maka langkah selanjutnya adalah melakukan persemaian. Persemaian ini bisa dilakukan dengan menggunakan media kapas basah yang sudah dilapisi dengan koran. Kapas basah ini diletakkan dalam nampan plastik kemudian biji melon ditebar diatasnya. Biji yang sudah disemai ini perlu disemprot dengan air dua kali sehari selama 2 sampai 3 hari. Setelah biji berkecambah, maka biji perlu dipindah dalam sekam selama satu minggu. Setelah seminggu kecambah akan tumbuh daun, pada saat itulah kecambah siap untuk dipindahkan.

Cara Penanaman Hidroponik Melon

Setelah bibit selesai disemai maka tahap selanjutnya dalam cara penanaman hidroponik tanaman hidroponik buah-buahan melon ini yaitu menanam bibit tanaman secara hidroponik. Adapun langkah-langkah penanaman hidroponik melon yaitu:

  1. Pertama bibit yang sudah disemai dan berumur 2 minggu dipindahkan pada media hidroponik. Media hidroponik yang digunakan adalah media cairan hidroponik yang disalurkan dalam pipa. Dalam memindahkan bibit ini pastikan cuaca tidak terlalu panas agar bibit tidak mati.
  2. Selanjutnya bibit yang sudah dipindahkan harus diberi nutrisi. Pemberian nutrisi ini bisa diatur dengan memperhatikan sirkulasi pada pipa nutrisi. Agar lebih mudah Anda bisa mengatur waktunya dengan timer.
  3. Setelah itu, buatlah ajir dari bambu yang berfungsi untuk menyokong batang melon ketika sudah tumbuh. Ajir ini dibuat dengan tinggi sekitar 1 sampai 2 meter.
  4. Langkah yang terakhir pelihara dan rawat melon hidroponik ini dengan selalu mengontrol asupan air dan nutrisinya.

Perawatan dan Pemeliharaan Hidroponik Melon

Jika bibit melon sudah ditanam maka tahap selanjutnya adalah merawat dan memeliharanya. Cara merawat dan memelihara tanaman hidroponik ini sebenarnya cukup mudah, Anda hanya perlu melakukan pengontrolan terhadap cairan hidroponik dan cair yang ada pada sistem sirkulasi. Pastikan jika akar dari tanaman melon ini masih terendam air dan cairan hidroponik. Hal ini dikarenakan cairan hidroponik ini merupakan satu-satunya nutrisi yang didapatkan oleh tanaman. Sehingga jika akar tidak terendam cairan maka tanaman bisa mati.

Selain itu, Anda juga perlu melakukan pengontrolan pada pertumbuhan batang dan daun melon hidroponik. Pastikan jika batang melon tumbuh dan melilit pada ajir yang sudah dibuat. Selain itu, ajir juga harus kuat sehingga tidak mudah rusak jika melon sudah berbuah. Untuk masalah hama, tanaman hidroponik ini dijamin tidak akan ada hamanya. Sehingga Anda tidak perlu menyemprotnya dengan pestisida ataupun sejenisnya untuk menghilangkan hama.

Pemanenan Buah Melon Hidroponik

Tahap terakhir budidaya melon hidroponik adalah memanennya. Pemanen buah melon ini bisa dilakukan setelah sekitar 3 bulan penanaman. Melon biasanya akan mulai berbuah dalam satu sampai dua bulan lalu akan mengalami proses pematangan di bulan ketiga. Proses pemanenan ini bisa dilakukan sendiri dengan cara memetiknya langsung. Cara memetik buah melon yang benar adalah dengan memotong tangkai buahnya. Anda bisa menggunakan gunting untuk memudahkan dalam pemetikan. Hindari untuk memetik buah melon dengan cara menarik tangkainya, hal ini bisa merusak tanaman melon.

Waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan buah melon hidroponik ini adalah dipagi hari atau di sore hari. Hal ini dikarenakan pada pagi dan sore hari matahari tidak terik sehingga tidak akan membuat melon menjadi layu. Setelah dipetik melon harus segara disimpan dalam tempat yang sejuk atau terlindung dari sinar matahari. Anda bisa langsung menyimpan melon ini didalam rumah ataupun di tempat yang teduh. Pemanenan ini bisa dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tingkat kematangan dari setiap buah melon.

Bagi para pemula yang ingin menanam melon secara hidroponik bisa langsung mencoba untuk menanam melon dengan teknik penanaman diatas. Menanam tanaman melon secara hidroponik ini memang cukup mudah dan praktis. Selain itu, penanaman secara hidroponik juga sangat menguntungkan, hal ini dikarenakan tanaman hidroponik tidak akan terserang hama dan bebas pestisida. Oleh karena itu, hasil panen dari hidroponik melon akan lebih banyak dibandingkan menanam secara konvensional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *