Cara Menanam Hidroponik Yang Mudah Untuk Pemula

Posted on

Hidroponik saat ini menjadi salah satu budidaya tanaman yang sedang popular. Budidaya hidroponik tidak membutuhkan media tanah tetapi menggunakan media air. Sehingga kebutuhan nutrisi tanaman akan lebih terpenuhi. Jika di tanam di tanah memang tanaman memang mendapatkan nutrisi, tetapi jumlahnya sedikit. Dengan media air ini, tanaman mendapatkan nutrisi lebih banyak, sehingga pertumbuhannya lebih bagus. ada banyak jenis tanaman yang bisa dibudidayakan dengan cara hidroponik. Terutama jenis sayuran. Masih banyak orang yang gagal bercocok tanam dengan media hidroponik. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas cara menanam hidroponik yang mudah untuk pemula di bawah ini.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik

Ada dua jenis nutrisi untuk hidroponik yaitu nutrisi kimia yang beli di toko dan nutrisi buatan sendiri. Di dalam teknik hidroponik nutrisi sangatlah penting. Untuk nutrisi kimia, ada bisa menggunakan Nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium, belerang, boron dan lainnya. jika dana anda minim, anda bisa membuat nutrisi sendiri. Ada banyak jenis bahan yang bisa anda gunakan. Bisa memakai media nasi basi, kotoran kelinci untuk nitrogen , daun-daun kering untuk fosfor, batang pisang untuk kalium, kotoran kambing atau kombinasi pupuk. Kita akan mencoba membuat nutrisi dari kotoran kelinci.

–      Bahan yang dibutuhkan

–      2 kg kotoran kelinci

–      5 liter urine kelinci

–      5 liter air kelapa

–      Tanaman kipahit , Kacang-kacangan, dadap atau alga sebanyak ½ karung

–      500 gram gula merah

–      250 gram bawang merah

–      20 cc dekomposer

–      Cara Pembuatan

–      Haluskan tanaman dengan gula merah dan bawang merah sampai halus

–      Siapkan tempat penampungan, bisa pakai gentong. Masukan semua bahan ke dalam gentong.

–      Masukan air ke dalam gentong. Lebih baik gunakan air sumur yang tidak mengandung bahan kimia sama sekali sebanyak 20 liter.

–      Tutup wadah sampai rapat dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari.

–      Sampai 10 hari diamkan. Tetapi setiap harinya di buka, di aduk kemudian di tutup kembali.

–      Setelah 10 hari, nutrisi hidroponik sudah bisa digunakan.

Simak juga bahasan selangkapnya tentang informasi lengkap mengenai Pupuk tanaman hidroponik

Media Tanam Hidroponik

Media Tanam Hidroponik utama sistem budidaya hidroponik adalah air. Tetapi untuk menanam tanaman hidroponik anda membutuhkan media tambahan. Ada banyak media tanam yang bisa digunakan dalam sistem hidroponik. Seperti arang sekam, spons, expanded clay, rockwool, serbuk sabut kelapa, perlit, vermikulit, pasir, kerikil, serbuk kayu, batang pakis, hidrogel, dan masih banyak lainya. Setiap media tanam memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Yang paling banyak digunakan adalah arang sekam atau rockwool. Bahkan dengan menggunakan gabus pun anda bisa menanam dengan cara hidroponik.

Wadah Tanaman Hidroponik

Wadah Tanaman Hidroponik

Di dalam teknik hidroponik, anda membutuhkan wadah untuk menanam tanamannya. Pada saat budidaya tanaman hidroponik, anda tidak butuh wadah yang besar dan mahal. Dengan wadah yang sederhana pun bisa. Untuk versi sederhana, anda bisa memakai botol plastik, baskom, gelas plastik bekas, jerigen bekas dan lainnya. jika anda ingin mencoba dalam skala yang besar, bisa memakai pralon atau pipa air. Cara ini lebih mudah. jadi untuk memulai sistem hidroponik, anda tak perlu bingung memilih wadah yang tepat.

Cara Memilih Bibit Tanaman Hidroponik

Ada banyak sekali jenis tanaman yang bisa di budidaya dengan sistem hidroponik. Seperti tomat, cabai, paprika. Timun jepang, terong selada. Seledri, melon, semangka, anggur dan lainnya. pada saat memilih bibit tanaman hidroponik ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti:

–      Pilih jenis tanaman hidroponik yang sesuai dengan kondisi geografis tempat tinggal anda.

–      Perhatikan iklim sekitar karena akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman hidroponik anda. misal pada musim hujan jangan menanam cabai atau tomat karena cepat busuk.

–      Pilih tanaman yang mudah di rawat, terutama untuk para pemula

Cara Membuat Sumbu Nutrisi Hidroponik

Ada banyak sekali cara untuk menanam hidroponik, bisa cara sumbu, irigasi, pasang surut, sistem NFT, sistem rakit dan aeroponik. Untuk pemula cara yang paling mudah adalah dengan sistem sumbu atau wick. Sistem ini merupakan sistem yang paling sederhana dibandingkan yang lainnya. anda bisa memakai media tanam rockwoll, arang sekam, kerikil, sabut kelapa dan lainnya. anda hanya butuh botol bekas saja untuk memulai sistem hidroponik ini. Biaya yang dibutuhkan juga tidak mahal. Untuk media penyalurnya memakai sumbu yang dihubungkan antara media tanam dan air. Bahkan anda tidak butuh listrik seperti sistem yang lain. Sayangnya sistem ini tidak bisa untuk jumlah yang besar.

Kreasikan Cara Bertanam Hidroponik Anda

Ada banyak kreasi yang dilakukan dalam cara bertanam bagi pemula. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Kreasi yang paling mudah memakai sistem sumbu, karena anda tidak butuh alat yang sulit. Jika anda ingin membuat sistem yang lebih besar. bisa memakai sistem irigasi. Sistem ini hampir mirip dengan sistem irigasi yang ada di sawah. Untuk sistem ini anda membutuhkan listrik untuk mengaliri air ke tanaman hidroponiknya. Untuk sistem lainnya, membutuhkan listrik semua.

Setiap sistem memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Untuk pemula bisa mencoba sistem sumbu. Jika berhasil dalam menumbuhkan tanamanya, bisa memakai sistem lainnya. di awal banyak yang gagal karena pemberian nutrisi yang salah. Oleh karena itu harus memberikan nutrisi yang tepat. Sekian artikel tentang cara menanam hidroponik. Semoga bermanfaat.

Apa Yang Pengunjung Cari?

  • tanaman hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *