Langkah Mudah untuk Melakukan Tanam Hidroponik Cabe

Posted on

Hidroponik cabe sedang dilakukan oleh banyak orang saat ini, mengingat harga cabai yang terus melabung tinggi. Jadi, tidak ada salahnya jika kita menanam sendiri cabe agar bisa memanennya kapan saja saat dibutuhkan sehingga kita tidak perlu membelinya lagi. Cara penanamannya pun bisa dipelajari dan dilakukan dengan mudah.

cara menanam hidroponik cabe

Persiapan Benih Tanaman Cabe Hidroponik

Sebenarnya, mudah bagi kita untuk mendapatkan benih tanaman cabai yang sudah siap di toko tanaman. Namun, tidak ada salahnya jika kita mencoba sendiri dalam pembuatan benih cabe ini. Pastinya, pernah atau bahkan sering menggunakan cabe ketika memasak. Dari situlah Anda bisa mengolah benih cabe untuk kemudian ditanam.

Persiapan yang harus Anda lakukan terhadap benih tanaman cabe adalah dengan mengambil cabe dan keringkan dengan cara menjemurnya. Setelah itu, ambil bijinya dan letakkan ke dalam air hingga biji tersebut tenggelam.

Lantas, jenis cabe apa yang bisa kita jadikan benih? Cabe sendiri memiliki berbagai macam jenis, mulai dari bentuk hingga tingkat kepedasannya. Apapun jenis cabainya, cara penanamannya tetap sama. Untuk itu, Anda bisa memilih jenis cabe apa yang sesuai dengan selera untuk digunakan dalam budidaya tanaman hidroponik cabe.

Cara Penyemaian Benih Tanaman Cabe Hidroponik

Penyemaian bibit cabe dengan metode hidroponik hampir sama prosesnya jika kita menggunakan media tanah. Berikut adalah penjelasan langkah penyemaian benih dalam cara membuat tanaman hidroponik cabe:

  1. Rendam benih yang akan disemai untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Pastikan jika benih cabai tersebut tenggelam di dalam air. Jika ada benih yang mengambang maka buanglah benih itu.
  2. Bungkus benih cabe menggunakan kain basah seharian untuk mempercepat proses perkecambahan. Jika kecambah sudah muncul maka Anda sudah bisa melakukan penyemaian.
  3. Anda bisa mendapatkan tempat penyemaian di roko pertanian atau dengan wadah plastik yang sudah diberi sabut kelapa atau sekam bakar.
  4. Tabur benih ke wadah tersebut dan siram menggunakan air, tapi jangan sampai benih tenggelam karenanya. Pastikan jika biji benih tertutupi dan tenggelam oleh media tanam yang di

Letakkan persemaian yang sudah Anda buat di tempat yang tidak terkena langsung oleh sinar matahari. Siram setiap pagi hingga benih tumbuh dan bisa ditanam. Jangan sampai keseringan dalam menyirami karena benih yang belum jadi pohon rentan membusuk jika terlalu banyak air.

Transplanting Tanaman Cabe Hidroponik

Proses transplantasi adalah proses dimana kita memindahkan bibit dari media semai pot menuju media pertumbuhan sebagai cara menanam hidroponik cabe. Daun semu yang mulai muncul pada bibit kemudian akan tumbuh menjadi daun sejati. Jika daun sejati ini sudah muncul maka tanaman cabe sudah bisa dipindahkan ke polybag atau pot. Anda dapat memperkirakan sendiri besar pot atau polybag yang akan digunakan.

Media Tanaman Cabe Hidroponik

Apabila bibit sudah bisa dipindahkan ke dalam pot atau polybag maka carilah wadah yang berukuran sedang atau besar yang kemudian diisi dengan media porous, seperti sekam bakar yang dicampur hidroton, pecahan kerikil, zeloit, pecahan genting atau cukup dengan sekamnya saja. Sedangkan, untuk sistem penanamannya, Anda bisa menggunakan deep walter culture, wick, polybag ataupun sistem pot dengan penyiraman yang dilakukan setiap hari.

Tidak hanya itu, kita juga bisa melakukan penyemprotan dengan pupuk daun untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikro tanaman cabai dalam proses pertumbuhan tanaman. Penyemprotan ini bisa dilakukan seminggu sekali. Apabila tanaman sudah masuk dalam fase generatif maka lakukan penyemprotan dengan pupuk buah, seperti bayfolan, gandasil A/B, POC, supergrow, growmore, atau Nasa.

Pemberian Nutrisi Tanaman Cabe

Faktor utama dalam menanam tanaman hidroponik cabai adalah pemenuhan nutrisi dengan pupuk hidroponik. Sebagian besar nutrisi hidroponik terdiri dari campuran NPK, yakni Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Namun, terlalu banyak Nitrogen akan membuat tanaman Anda menjadi tidak berbuah, bahkan berdaun. Sebaliknya, jika nurisi Nitrogennya kurang maka tanaman Anda akan mudah layu dan akhirnya bisa mati.

Bagi yang belum terbiasa dengan pertanian ini, mungkin akan merasa sulit untuk mengatur kadar nitrogen atau pupuk yang dibutuhkan. Anda pun tidak perlu merasa khawatir karena sekarang sudah ada nutrisi hidroponik yang khusus dibuat untuk tanaman cabe sehingga akan lebih mudah untuk melakukan pemupukan serta tanaman cabe akan tumbuh dengan baik.

Harus sering dilakukan pengecekan dalam proses pertumbuhan tanaman cabe untuk menjaga agar kebutuhan nitrisinya terpenuhi dengan baik dan tanaman terbebas dari penyakit maupun hama. Pastikan jika ketersediaan larutan nutrisi pada tanaman cabe itu tidak sampai mengering ataupun habis. Sebaiknya, Anda segera menambahkan larutan nutrisi juka sudah mulai berkurang.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah kesehatan tanaman agar terbebas dari berbagai penyakit dan hama. Tanaman cabe sering terserang oleh hama ataupun penyakit. Beberapa di antaranya adalah busuk buah, tungau, antraknosa, ulat, kutu daun dan masih banyak lagi lainnya. Apabila tanaman sudah terlanjur terkena penyakit atau hama tapi belum parah maka segera buang bagian yang terinfeksi agar tidak menyebar ke seluruh tanaman.

Setelah melakukan perawatan dengan baik maka pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabe akan berlangsung dengan baik pula sehingga akan segera didapatkan hasilnya. Tanaman ini dapat berbuah dan dipanen saat sudah menginjak usia dua bulan sampai tiga bulan setelah ditanam. Pastikan jika tanaman hidroponik cabe terawat dengan baik agar buah yang dihasilkan lebih maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *