Media Tanam Hidroponik Sederhana

Posted on

Hidroponik merupakan metode bercocok tanam yang dalam prosesnya tidak menggunakan media tanah sebagai media tanam untuk menanam tanaman. Jika tidak menggunakan tanah, lantas apa Media Tanam Hidroponik? Metode hidroponik pada dasarnya adalah mengganti tanah sebagai media tanam dengan air yang memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman agar bisa tumbuh dengan baik. Untuk mengganti media tanah, ada banyak bahan yang bisa dipakai. Dalam metode hidroponik, kebutuhan nutrisi tanaman harus diberikan secara tepat dalam bentuk larutan. Budidaya tanaman hidroponik sederhana biasanya dilakukan untuk skala penanaman kecil atau sekedar hobi menanam saja. Selain itu, metode hidroponik sederhana juga bisa memanfaatkan berbagai benda bekas di sekitar seperti botol bekas, stereofoam, dan lain sebagainya. Terkait dengan cara menanam hidroponik, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Beberapa diantaranya adalah  menyiapkan benih yang akan ditanam, menyiapkan media tanam, pemberian nutrisi dan perawatan tanaman hidroponik.

 

Media Tanam Hidroponik Rockwool

 Media tanam hidroponik yang banyak dipakai oleh para petani adalah Rockwool. Bagi Anda yang belum tahu, Rockwool adalah media tanam yang sangat ramah lingkungan, media ini terbuat dari kombinasi batuan seperti batu bara, batu kapur, dan batuan basalt yang kemudian dipanaskan dengan suhu sebesar 1.600 derajat Celcius sampai meleleh dan membentuk lava. Campuran bebatuan ini kemudian diubah bentuknya menjadi kumpulan serat yang bisa dipotong sesuai dengan kebutuhan. Mengingat bahwa media tanam ini terbuat dari kombinasi bebatuan, maka tak mengherankan jika rockwool mengandung pH yang terbilang tinggi untuk beberapa jenis tanaman. Oleh karena itu, diperlukan beberapa perlakukan khusus agar rockwool bisa dijadikan sebagai media tanam.

Kelebihan dari media tanam rockwool adalah media tanam ini bisa menyimpan air dan udara dengan lebih baik dibandingkan dengan media tanam lainnya. Sehingga wajar saja jika media tanam rockwool banyak dipakai oleh para petani.

 

Media Tanam Arang Sekam

Tak hanya roockwool, jenis Media tanam hidroponik yang banyak digunakan oleh masyarakat terutama petani adalah arang sekam. Bahan ini sangat mudah ditemui sehingga wajar jika sering dipakai sebagai media tanam untuk metode hidroponik. Ada banyak sekali keunggulan arang sekam sebagai media tanam. Beberapa kelebihan arang sekam diantaranya adalah murah, efisien dan juga sterlil. Di lain sisi, arang sekam juga mengandung komponen kimiawi yang baik untuk tanaman seperti kadar air, lemak, protein kasar, abu, karbon, hidrogen, silika, karbohidrat, dan serat kasar. Tak hanya itu, arang sekam juga mudah dibuat, mudah diaplikasikan dan memiliki bobot yang ringan. Sehingga proses penanaman hidroponik semakin lebih mudah.

 

Media Tanam Hidroponik Hydroton

Media Tanam Hidroponik hidroton dikenal juga dengan nama expanded Clay. Hidroton adalah salah satu produk tanah liat yang dibuat menjadi media tanam. Media tanam hidroton ini didapatkan setelah melalui proses pemanasan tanah liat dengan suhu mencapai 1000 derajat Celcius lebih. Hidroton atau Expanded Clay dikenal sebagai media tanam yang pengaplikasiannya mudah dan praktis. Hal ini dikarenakan bentuknya yang kecil menyerupai bulatan kelereng.

Ada banyak kelebihan yang dimiliki hidroton atau expanded clay sebagai media tanam tanaman. Beberapa diantaranya adalah pH netral, mampu menyimpan kandungan air dengan sangat baik, stabil dan mempunyai aerasi yang sempurna. Media tanam hidroton ini banyak dipakai oleh petani hidroponik di luar negeri terutama Jerman.

 

Media Tanam Hidroponik Cocopeat

Media tanam untuk metode hidroponik selanjutnya adalah cocopeat atau sabut kelapa. Umumnya sabut kelapa dibuat menjadi sapu, alat pencuci panci, dan peralatan rumah tangga lainnya. Tapi semakin berkembangnya zaman, cocopeat atau sabut kelapa ini bisa dipakai menjadi salah satu media tanam untuk tanaman hidroponik. Media tanam ini ditemukan oleh Dutch Plantin pada tahun sekitar 80-an.

Setelah diteliti, banyak yang menyebutkan bahwa serbuk sabut kelapa sangat baik dijadikan sebagai media tanam karena mampu menampung air dengan sangat baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, serbuk sabut kelapa dapat menyimpan kadar air sampai dengan 73% dari volumenya. Oleh karena itu, intensitas penyiraman juga akan semakin berkurang sehingga dapat membantu Anda menghemat air.


Media Tanam Spons

Media Tanam Hidroponik spons seringkali digunakan oleh para petani yang membudidayakan tanaman hias. Tanaman hidroponik yang menggunakan spons akan tubuh dengan baik. Pasalnya banyak orang yang sudah membuktikan bahwa media tanam spons bisa membuat tanaman tumbuh subur tanpa perlu melalui proses adaptasi.

Tak hanya itu, spons juga dapat menyimpan kandungan air dengan sangat baik setidaknya hingga 2 minggu lamanya. Bahkan media tanam ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama. Spons juga kebal terhadap jamur sehingga tanaman akan terhindar dari berbagai macam penyakit penyebab jamur.


Media Tanam Hidroponik Perlite

Perlite adalah media tanam yang berbentuk mineral dengan kapasitas tukar kation yang baik dan bobot yang ringan. Hanya saja, daya serap media tanam ini tidak terlalu banyak. Meskipun demikian, media tanam Perlite memiliki kemampuan menyimpan unsur hara dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman dengan sangat baik. Sistem drainase menggunakan media tanam ini juga cukup baik.


Media Tanam Hidroponik Vermiculite

Media tanam vermiculite terbuat dari bahan anorganik yang memiliki sifat hampir sama dengan perlite. Pasalnya media tanam ini berasal dari batu yang dipanaskan. Hanya saja, vermiculite dapat menyerap air lebih baik dibandingkan dengan perlite. Hal inilah yang membuat Media Tanam Hidroponik banyak dipakai masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *