Pemilihan Jenis dan Cara Melakukan Hidroponik Sayuran

Posted on

Hidroponik Sayuran sangat cocok dilakukan bagi yang hendak membudidayakan sayur namun terbentur oleh lahan yang sempit atau struktur tanah yang tidak subur. Metode ini tidak menggunakan media tanam tanah serta memanfaatkan larutan nutrisi sebagai pupuk.

Jenis tanaman hidroponik sayuran

Bagi yang ingin mencoba melakukan budidaya tanaman hidroponik namun masih bingung hendak menanam apa, birtikut adalah beberapa jenis tanaman sayur hidroponik yang dapat ditanam:

  1. Mentimun

Mentimun merupakan tanaman sayuran merambat yang perawatan kesuburannya tidak terlalu sulit. Selain menggunakan bibit mentimun yang berkualitas, faktor lain yang mempengaruhi kesuburan tanaman mentimun ialah perawatan yang sesuai. Mentimun dapat hidup dengan baik jika diberi asupan larutan nutrisi sebagai pupuk dengan rutin. Selain itu, perolehan cahaya matahari juga harus diperhatikan pada saat penanaman mentimun hingga masa panen nantinya.

  1. Cabai

Cabai merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang cukup riskan atau beresiko dalam penanamannya. Cuaca dan suhu dapat mempengaruhi kesuburan cabai.

  1. Bawang merah

Keberhasilan pananaman bawang merah juga sangat bergantung pada cuaca atau iklim. Perawatan yang lebih khusus juga diperlukan untuk membudidayakan bawang merah secara hidroponik.

  1. Tomat

Bagi yang tidak suka menunggu lama, tomat adalah jawaban yang tepat. Masa tumbuh buah tomat lebih cepat dibanding dengan jenis tanaman lainnya. Perawatan yang maksimal akan menjauhkan tomat dari berbagai penyakit tumbuhan yang satu ini.

  1. Kentang

Banyak yang tidak percaya jika kentang yang biasanya tumbuh di dalam tanah dapat tumbuh dengan baik jika ditanam menggunaka metode hidroponik. Justru kentang dapat dijadikan pilihan tepat jenis sayuran karena cukup mudah pertumbuhan dan perkembangannya.

  1. Selada

Selada sangat mudah sekali tumbuh dan membutuhkan perawatan yang simple dan sederhana. Jenis tanaman sayur yang satu ini menjadi primadona karena cara membuat tanaman hidroponik ini sangat mudah dengan hasil yang maksimal.

  1. Bayam hijau dan merah

Bayam hijau atau bayam merah juga merupakan jenis sayuran yang pas untuk ditanam dengan metode hidroponik.  Cara memanen bayam hidroponik sama dengan metode konvensional yakni dengan dicabut.

Media Tanam Hidroponik Sayuran

Teknik hidroponik memiliki beberapa pilihan media tanam yang harus memenuhi kriteria antara lain:

  1. Teksturnya gembur serta dapat menyimpan cadangan air untuk kesuburan tanaman.
  2. Mampu membuang kandungan air yang berlebih.
  3. Tidak memiliki kandungan hama atau organism pemicu hama.
  4. Memiliki pH yang sesuai dengan hidroponik yakni 6 hingga 7.
  5. Wajib mengandung zat kapur dan kalsium.

Dari beberapa kriteria di atas, jenis media hidroponik yang dapat digunakan yaktiu:

  1. Hidroponik dengan Media Sekam Bakar

Selain bertekstur ringan dan gembur, sekam bakar dapat digunakan lebih dari satu kali untuk penanaman selanjutnya. Tanaman sayur yang paling pas ditanam dengan media ini adalah tomat, mentimun dan paprika.

  1. Hidroponik dengan Media Gel

Gel untuk media tanam hidroponik berbentuk kristalan dengan warna cerah yang sangat menarik. Jadi, tanaman hidroponik dengan media tanam ini dapat sekaligus digunakan sebagai penghias ruangan. Hidrogel tidak dapat larut dalam air melainkan mampu menyerap serta menyimpan air serta larutan nutrisi untuk tanaman secara maksimal. Lama kelamaan gel dapat terurai dengan proses dari mikroba sehingga aman digunakan. Beberapa keunggulan menggunakan hidrogel sebagai media tanam antara lain:

  • Meminimalisasi frekuensi penyiraman tanaman sampai 50%.
  • Dapat memaksimalkan physical properties sehingga mampu membentuk udara positif.
  • Ketersediaan air dapat dipastikan selama satu tahun.
  • Pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal karena selalu ada ketersediaan nutrisi dan dapat diserap secara maksimal oleh akar.
  • Meminimalisisr mortalitas.
  • Dapat diuraikan oleh mikroba menjadi sumber H2O, nitrogen dan CO2.
  • Dapat menjaga kelestarian tanah karena dapat terbebas dari pencemaran dan erosi.
  1. Hidroponik dengan Media Cocopeat

Cocopeat merupakan sabut kelapa yang memiliki banyak sekali serat dan gabus yang memiliki berbagai kandungan zat antara lain lignin, arang, tannin, selulosa, dan potassium. Berbagai kandungan kimia tersebut dapat bekerja secara optimal sebagai media pengganti tanah dengan pH sekitar 5,8 hingga 6 saja. Pembuatan cocopeat membutuhkan beberapa bahan utama seperti serat panjang, serat halus dan serbuk sabut. Jika tidak dapat membuatnya sendiri, cocopeat sudah dapat dibeli pada toko penyedia alat dan bahan tanaman.

Cara membuat tanaman hidroponik sayuran

Melaksanakan budidaya tanaman hidroponik sebenarnya tidak sesulit bayangan. Hanya saja agar dapat tumbuh dengan subur, diperlukan perawatan rutin dan teratur seperti pemberian larutan nutrisi sebagai pupuk , penyiangan gulma, dan beberapa hal lainnya. Cara bertanam hidroponik bagi pemula dapat disimak pada penjelasan berikut ini:

  1. Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti:
  • Paralon
  • benih tanaman hidroponik
  • Media tanam seperti rockwool atau yang lainnya
  • Air tawar bersih dengan kandungan pH 6-7
  • Gelas plastik
  1. Melakukan proses penyemaian tanaman hidroponik mulai dari perendaman benih atau biji dalam air hangat hingga bibit tanaman mulai berkecambah atau berakar.
  2. Menyiram benih secara rutin pagi dan sore namun jangan sampai benih terendam air.
  3. Menutup benih dengan plastik selama 3 hingga 5 hari agar kelembaban tetap terjaga.
  4. Menyiapkan larutan nutrisi yang berfungsi sebagai pupuk.
  5. Jika bibit sudah siap barulah melakukan proses penanaman pada media yang sudah disiapkan.

Dilihat dari langkah-langkahnya, budidaya hidroponik sayuran tidaklah terlalu sulit untuk dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *